This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Blogroll

Pages

Minggu, 14 Juni 2015

GORONG-GORONG



BAB I
PENDAHULUAN


A.      Latar Belakang
Gorong-gorong adalah bangunan yang dipakai untuk membawa aliran air (saluran irigasi atau pembuang) melewati bawah jalan air lainnya (biasanya saluran), di bawah jalan, atau jalan kereta api. Gorong-gorong juga digunakan sebagai jembatan ukuran kecil, digunakan untuk mengalirkan sungai kecil atau sebagai bagian drainase ataupun selokan jalan.
B.        Rumusan Masalah
1.      Apa itu gorong-gorong?
2.      Apa manfaatnya bagi kehidupan?
3.      Bagaimana pemeliharaan gorong-gorong?

C.       Tujuan
·      

·           Memberikan penjelasan secara luas mengenai gorong- gorong.
·           Memberikan penjelasan mengenai manfaat gorong – gorong.
·           Memberikan penjelasan tentang pemeliharaan gorong-gorong.

D.        Manfaat
            Memberikan gambaran secara luas mengenai gorong-gorong dan juga mengenai pemeliharaan gorong-gorong kepada pembaca.










BAB II
PEMBAHASAN


1.         Pengertian gorong-gorong
Gorong-gorong adalah bangunan yang dipakai untuk membawa aliran air (saluran  irigasi atau pembuang) melewati bawah jalan air lainnya (biasanya saluran), bawah  jalan, atau jalan kereta api.
Gorong-gorong mempunyai potongan melintang yang lebih kecil daripada luas basah saluran hulu maupun hilir. Sebagian dari potongan melintang mungkin berada diatas muka air. Dalam hal ini gorong-gorong berfungsi sebagai saluran terbuka dengan aliran bebas.
Pada gorong-gorong aliran bebas, benda-benda yang hanyut dapat lewat dengan mudah, tetapi biaya pembuatannya umumnya lebih mahal dibanding gorong-gorong tenggelam. Dalam hal gorong-gorong tenggelam, seluruh potongan melintang berada dibawah permukaan air. Biaya pelaksanaan lebih murah, tetapi bahaya tersumbat lebih besar.
Karena alasan-alasan pelaksanaan harus di bedakan antara gorong-gorong pembuangan silang dan gorong-gorong jalan
-            Pada gorong-gorong pembuang silang, semua bentuk kebocoran harus dicegah.Untuk itu diperlukan sarana-sarana khusus
-            Gorong-gorong jalan harus mampu menahan berat beban kendaraan


2.         Macam-macam gorong-gorong
a.     Gorong-gorong baja
 kalau diterjemahkan secara bebas berarti Pipa Baja Bergelombang. Gorong gorong baja ini terutama dari jenis Multi Plate Pipe telah menjadi alternative penggantikan jembatan kayu dan box culvert beton , hal ini disebabkan gorong – gorong baja memiliki beberapa keuntungan dibanding dengan penggunaan kayu ataupun beton, di antara keuntungan tersebut antara lain :
·                      Harga murah
·                      Waktu pengerjaan cepat
·                      Instalasi yang mudah, tidak memerlukan tenaga ahli khusus
·                      Memiliki umur pakai yang panjang (bisa sampai 25 tahun)
·                      Mudah dalam pengangkutan
·                      Bisa dipindahkan dari satu titik ke titik lainnya apabila sudah tidak digunakan.

b.    Gorong-gorong PVC
Gorong-gorong PVC merupakan gorong-gorong yang terbuat dari pipa PVC. Gorong-gorong biasanya digunakan untuk gorong-gorong dengan ukuran kecil.

c.    Gorong-gorong beton
Gorong-gorong beton disebut juga culvert box adalah gorong-gorong cor di pabrik (precast) ataupun dicor ditempat, dimensi tergantung kepada debit air yang akan dialirkan melalui gorong-gorong. Gorong-gorong yang dicor di pabrik dapat utuh dengan bentuk profil bulat atau persegi ataupun [[trapesium]], ataupun modular yang terpisah atas dengan bawah.

3.         Fungsi gorong-gorong
Fungsi gorong-gorong adalah mengalirkan air dari sisi jalan kesisi lainnya. Untul itu disainnya harus juga mempertimbangkan faktor hidrolis dan struktur supaya gorong-gorong dapat berfungsi mengalirkan air dan mempunyai daya dukung terhadap beban lalu lintas dan timbunan tanah.

4.         Manfaat gorong-gorong
Manfaat gorong-gorong tentunya sangat banyak bagi kehidupan manusia dewasa ini. Gorong-gorong merupakan salah satu solusi pemaksimalan lahan yaitu bangunan yang mampu mengalirkan air di bawah permukaan tanah sehingga bagian atasnya masih bisa dipakai untuk jalan raya, rel kereta, dll.
Adanya gorong-gorong juga sangat bermanfaat untuk menanggulangi banjir karena air tidak hanya dialirkan lewat sungai namun juga melewati gorong-gorong.

5.         Standar ukuran gorong-gorong dan perencanaannya
Gorong-gorong umumnya berukuran lebih kecil daripada jembatan yaitu mulai dari diameter atau lebar 0,3 m (1 ft) sampai dengan ukuran yang besar. Gorong-gorong juga harus memiliki penutup atas lebih luas daripada penampang bawahnya dan mampu untuk menahan beban tanah dan aktivitas lain di atasnya supaya bagian atas gorong-gorong bisa digunakan untuk aktivitas lalu lintas.
Untuk perencanaannya gorong-gorong harus direncanakan dengan sistem konstruksi permanen dengan desain umur rencana 10 tahun.

6.         Pemeliharaan gorong-gorong
Gorong-gorong harus dipelihara secara berkala sehingga manfaat dari gorong-gorong tetap terjaga. Pemeliharaan gorong-gorong antara lain yaitu dengan pemeriksaan keadaan gorong-gorong, pembersihan gorong-gorong dari sampah, pembersihan endapan lumpur.






BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Gorong-gorong merupakan bangunan di bawah permukaan tanah yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Gorong-gorong juga pemliharaan yang baik agar manfaat dari gorong-gorong tetap terjaga dan tetap dapat kita rasakan.


REFERENSI

 http://binamarga.pu.go.id/referensi/nspm/petunjuk127.pdf












ANALISIS DAMPAK PEMBANGUNAN JEMBATAN SELAT SUNDA BERDASARKAN SISI GEOLOGI


Muhammad Andan Pramesta
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Hasyim Asy’ari.
2015

ABSTRAK

Indonesia merupakan negara kepulauan yang masih berkembang dari segala sisi. Oleh karena itu Indonesia memerlukan terobosan untuk memajukan pembangunan dari segi sosial, ekonomi maupun ilmu pengetahuan. Rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS)  merupakan salah satu terobosan untuk tujuan tersebut. Rencana Pembangunan JSS memang memiliki manfaat sangat baik dari segi sosial, ekonomi maupun ilmu pengetahuan khususnya pada disiplin ilmu teknik sipil. Namun dari sisi geologi pembangunan JSS memiliki resiko bahaya yang tinggi. Dari sisi geologi pembangunan JSS itu bisa menghilangkan manfaat-manfaat dari segi sosial, ekonomi, maupun ilmu pengetahuan. Itulah yang menjadikan pembangunan JSS tidak menguntungkan. Pembangunan JSS bisa digantikan dengan solusi-solusi lain yang lebih bisa diterima untuk mencapai tujuan memajukan pembangunan sosial, ekonomi, maupun ilmu pengetahuan di Indonesia.

Kata kunci : Pembangunan, Jembatan Selat Sunda (JSS), Geologi, Resiko

ABSTRACT

Indonesia is an archipelago that is still growing on all sides. Therefore, Indonesia needs a breakthrough to advance the development of social, economic and science. Development plans Sunda Strait Bridge (JSS) is one of the breakthrough for the purpose. JSS Development Plan has very good benefits in terms of social, economic and science, especially in the civil engineering disciplines. But in terms of the geological development of JSS has a high risk of danger. From the geological development of JSS it could eliminate the benefits in terms of social, economic, and science. That is what makes the JSS construction is not profitable. JSS construction can be replaced by other solutions that are more acceptable to achieve the goal of promoting social development, economics, and science in Indonesia.

Keywords: Development, Sunda Strait Bridge (JSS), Geology, Risk



PENDAHULUAN
Keberhasilan pembangunan daerah atau negara dapat ditentukan dari sumber daya alam, sumber daya manusia dan sarana prasarana pendukung lainnya. infrastruktur yang tersedia pada daerah atau negara merupakan salah satu faktor kuat pendukung keberhasilan pembangunan daerah ataun negara untuk mendukung mobilitas sumber daya manusia yang ada pada daerah atau negara tersebut serta memperlancar pembangunan secara berkelanjutan. Keadaan infrastruktur yang baik akan memperlancar pembangunan baik secara sosial maupun ekonomi. Kategori dasar pembangunan infrastruktur diantaranya adalah pembangunan jalan raya, rel kereta api, pelabuhan laut, bandara udara dan jembatan penghubung, sedangkan prasarana sebagai alat pengangkutan antara lain mobil, truk, kereta api, kapal, pesawat.
Indonesia merupakan negara berbentuk maritim atau negara kelautan yang terdiri atas banyak pulau. Itulah yang menyebabkan sebaran penduduk di Indonesia tidak merata sehingga pembangunan daerah-daerah di Indonesia tidak merata pula. Untuk saat ini sentralisasi pulau Jawa sangatlah kuat sehingga pembangunan-pembangunan di pulau Jawa lebih intensif dibanding dengan daerah lain baik secara pembangunan infrastruktur, sosial, maupun ekonomi. Dengan sebab itu maka kini banyak rencana pembangunan untuk penyebaran pembangunan secara merata yang salah stunya adalah rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda atau disingkat menjadi JSS yang menghubungkan pulau Jawa dan pulau Sumatera.
Sumatera adalah pulau di bagian barat Indonesia dan dekat pulau Jawa dengan sekat selat Sunda dimana secara letak berada dalam dua Provinsi yaitu Provinsi Lampung dan Provinsi Banten. Di selat Sunda itulah direncanakan pembangunan jembatan dengan tujuan sebagai penghubung pulau Jawa dengan Pulau Sumatera. Dengan penghubung itulah diharapkan akan mempercepat dan memperlancar pembangunan Indonesia. Itu merupakan sebuah mega rencana yang sudah dibahas sejak lama hingga saat ini. Dengan harapan-harapan yang besar itu kita juga perlu pertimbangan dari sisi lain yaitu sisi geologi.
Dari sisi geologi JSS berada dekat dengan anak Gunung Krakatau dan juga berada di atas lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Itu menempatkan JSS pada tempat yang berbahaya pada sisi geologis.

METODE PENULISAN
Penulisan ini berdasar pada studi literatur dengan membaca dari berbagai sumber kemudian mengambil sisi-sisi penting yang dibutuhkan untuk penulisan ini. Dengan sumber-sumber itu penulis menyaring intisari dan mengambil kesimpulan untuk ditulis dan juga sumber tersebut menjadi pembanding dari sumber yang lain.

ANALISIS PEMBAHASAN
Berawal dari usulan Prof. Sedyatmo tahun 1960 tentang harus adanya penghubung antara pulau Jawa dengan pulau Sumatera yang ditanggapi oleh Ir. Soekarno sehingga pada tahun 1965 beliau memerintahkan ITB untuk melakukan uji coba desain penghubung pulau Jawa dengan pulau Sumatera maka sampai sekarang inilah masih dibahas tentang rencana pembangunan JSS. Pada tahun 2009 Presiden membentuk timnas pembangunan JSS dengan Keppres No. 36 Tahun 2009 Pembentukan TimNas JSS (28 Desember 2009) yang kemudian dilanjutkan dengan Kepmenko No. KEP-29/M.EKON/05/2010 Pembentukan Sekretariat dan Kelompok Kerja Tim Nas (25 Mei 2010) dan KepmenPU No. 584/KPTS/M/2010 Penetapan Susunan Anggota Sekretariat, Susunan Anggota Serta Tugas Kelompok Kerja dan Eksekutif Sekretariat TimNas (26 November 2010) yang kemudian keluarlah Perpres No. 86 Tahun 2011 “Pengembangan Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda” (2 Des 2011) maka terbentuklah tim tujuh yang membahas pembangunan JSS.
Memang pembangunan JSS ini memiliki prospek yang sangat bagus dan memiliki cukup banyak manfaat. Manfaat pembangunan JSS antara lain :
1.      Mengembangkan kawasan ekonomi baru
2.      Mempercepat perkembangan Pulau Sumatera
3.      Mengurangi sentralisasi ekonomi di Pulau Jawa
4.      Menciptakan kesempatan kerja
5.      Sebagai laboratorium bangsa.
Apalagi dengan melihat visi Indonesia 2025 “Mengangkat Indonesia menjadi negara maju dan merupakan kekuatan 12 besar dunia di tahun 2025 dan 8 besar dunia pada tahun 2045 melalui pertumbuhan ekonomi tinggi yang inklusif dan berkelanjutan” dan melihat kesuksesan pembangunan Jembatan Suramadu sebagai penghubung Surabaya dengan Madura di Jawa Timur semakin menguatkan posisi rencana pembangunan JSS.
Namun, posisi JSS dengan Jembatan Suramadu sangatlah berbeda. JSS memiliki bentang jembatan yang jauh lebih panjang dari Jembatan Suramadu. JSS juga sangat bebeda dengan Jembatan Suramadu dari sisi geografi dan geologi. Pembangunan JSS harus di analisa secara geologi karena pada dasarnya pembangunan itu di atas bumi (geo)  maka setiap pembangunan harus memerhatikan faktor bumi tersebut. JSS berada pada tempat dengan resiko geologi yang sangat berbahaya. Analisa geologi JSS antara lain:
1.      Geologi Lingkungan, Selat Sunda merupakan wilayah dengan kegempaan tinggi di Indonesia, terdapat berbagai model jenis bencana universal antara lain bencana gempa, tsunami tektonik, tsunami gunungapi, tsunami gerakan tanah, letusan gunungapi aktif, cuaca dan iklim ekstrim, gerakan tanah bawah permukaan akibat pecahnya kerak bumi pada kejadian geologi masa lalu. 
2.      Geologi Tektonik, merupakan daerah yang labil, merupakan daerah dengan percepatan deformasi kerak bumi yang terus menerus mengalami tekanan, penumbukan, penghancuran dan pelumatan kedalam bumi oleh gerak lempeng Indo-Australia ke lempeng Eurasia.
3.      Dari sudut Geologi Vulkanologi, Selat Sunda merupakan kawasan kumpulan gunungapi aktif, harus memperhitungkan munculnya aktivitas magmatis, terdapat gunung tua di Lampung Selatan dan Banten, zona peralihan tektonik aktif antara Sumatera dan Jawa. Lebih tegasnya merupakan titik lemah bola bumi Indonesia yang telah memisahkan Pulau Sumatera dengan Jawa. 
4.      Dari sudut Geologi Paleomagnetik Kelautan merupakan kawasan tingkat kecepatan fluida air yang tidak beraturan, banyak terdapat kerentanan anomali air yang tinggi, arus turbiditas air bawah permukaan laut yang mudah menyebabkan longsor di ujung patahan Sumatera di Selat Sunda yang mungkin saja terjadi, percepatan rambat gelombang seismik kepermukaan cukup tinggi dengan harus memperhitungkan pengulangan gempa berdasarkan sifat supsitibilitas magnetik, percepatan arus angin dan tekanan energi lateral pada kekuatan tanah dan batuan yang dapat mempengaruhi kekuatan bangunan jembatan, dapat mempengaruhi kondisi keausan konstruksi JJS 
5.      Dari sudut Geologi Seismologi, aktivitas seismik sangat tinggi di kawasan Selat Sunda, tingkat percepatan rambat energi seismik dapat mencapai 9.0 SR, segala jenis bencana gempa dan tsunami ada diwilayah ini, sebab perubahan kerak bumi yang luas menyebabkan penurunan tanah dapat terjadi tiba-tiba, ada pembebanan lempeng muda yang menumpuk di atas lempeng tua. Tinggi gelombang tsunami dapat mencapai 25 meter dengan kedangkalan gempa 70 km dengan kecepatan mencapai jembatan 75 menit dalam radius 50 km dari pusat subduksi di Selatan Jawa. Simulasi tsunami GA Krakatau memperlihatkan penjalaran tsunami dengan estimasi tsunami disekitar lokasi JJS sebesar 25 meter dalam waktu 43 menit ke JJS. 
6.      Dari sudut Geologi Stratigrafi, merupakan kawasan perlapisan platform yang tipis, ketebalan lapisan 30-70 km dan telah mengalami perubahan deformasi lantai dasar akibat letusan gunungapi Krakatau sejak zaman purba hingga ke era modern. Lapisan stratigrafi yang sekarang merupakan sedimentasi dan batuan tidak padat. Lempeng yang terbentuk di kawasan pantai barat hingga ke Selat Sunda merupakan “daur ulang” pemekaran lantai dasar samudera. Lantai dasar selat sunda sekarang merupakan bagian dari permukaan P. Jawa-Sumatera yang tenggelam, terobek dan membentuk kawasan hiperlabil.
7.      Dari sudut Geologi Teknik, akan ada penurunan tanah karena stratigrafi yang tidak padat, susunan batuan yang tidak homogen sehingga perambatan gelombang semakin cepat kepermukaan untuk menghasilkan hasil kerja gempa, yaitu likuafaksi, amplipikasi, dan gerakan tanah.
8.      Geologi Struktur, sudah jelas merupakan kawasan jalur sirkum patahan bumi dan zona gunungapi aktif, berusia muda, memiliki bangun arsitekur yang kompleks, zona subduksi lempeng, zona kawasan prisma akresi, zona persinggungan gempa tektonik dengan vulkanisme, berkorelasi dengan jenis patahan lokal dan regional. Tiga patahan aktif regional yang terletak pada radius di bawah 50 km didaratan Sumatera dan dasar laut Selat Sunda adalah patahan aktif Teluk Lampung. Patahan aktif Panaitan/Rajabas dan patahan aktif Sukadana, dan didaratan Jawa dengan patahan aktif Banten, 
9.      Geologi Sejarah Kebencanaan, pembangunan JSS harus memperhitungkan informasi geologi, bahwa kejadian masa lalu merupakan cermin kejadian masa sekarang dan masa sekarang sebagai gambaran masa mendatang, bahwa bencana yang pernah terjadi akan terjadi lagi pada tempat yang sama dengan intensitas kejadian yang berbeda, bahwa gunung api, tsunami dan gempa bisa terjadi lagi dengan kemungkinan gempa lebih besar. Sejarah telah mencatat sejak tahun 1453 hingga 1883 GA Krakatau di selat sunda berulangkali meletus. Usia 1883 ke era sekarang telah mendekati siklus pelepasan energi yaitu 2083 dan pembangunan JSS diperkirakan selesai tahun 2025. 
Dengan analisis geologi seperti itu maka pembangunan JSS sangatlah berbahaya dan bisa menghancurkan manfaat-manfaat dari pembangunan JSS.


KESIMPULAN
JSS merupakan rencana besar pembangunan di Indonesia dengan analisa manfaat yang sangat baik yaitu dari sisi pembangunan sosial, ekonomi, maupun ilmu pengetahuan. Namun dari sisi geologi JSS memiliki resiko yang sangat buruk. Dengan keadaan bumi yang tidak mendukung pembangunan tidak akan berjalan dan bangunan juga tidak akan bertahan dengan baik. Dengan keadaan seperti itu pula manfaat-manfaat yang sudah dianalisa bisa tidak menjadi apa-apa.
Jika pembangunan JSS didasarkan atas harapan manfaat-manfaat di bidang pembangunan sosial, ekonomi dan pengembangan keilmuan yang menuju kepada visi Indonesia 2025, maka masih banyak solusi lain yang lebih bisa diterima dan memiliki  resiko lebih rendah daripada pembangunan JSS. Pembangunan PLTN, pemerataan pembangunan dan perbaikan infrastruktur lain di setiap daerah, pemaksimalan ekonomi setiap daerah, perbaikan fasilitas dan kualitas pendidikan, serta masih banyak solusi-solusi lain untuk menggantikan pembangunan JSS dengan analisa yang lebih bisa diterima dan dengan resiko lebih rendah.



DAFTAR PUSTAKA

Pradhitasari, Handini., dan Syabri, Ibnu. (-) . Analisis Dampak Rencana Investasi Jembatan Selat Sunda Terhadap Pulau Sumatra dan Pulau Jawa. Bandung : Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan ITB.

Prasetyo, Bonus. 2012. ANALISIS DAMPAK PENGOPERASIAN JEMBATAN SELAT SUNDA. Surabaya : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Sepuluh November.

Sianipar, Robert, Purba,. 2012. JEMBATAN SELAT SUNDA DAN KEPENTINGAN NASIONAL. Bandung : Sabuga (Sasana Budaya Ghanesa), Presentasi seminar setengah hari dalam rangka memperingati hari kebangkitan nasional.

Rifa’i, Yasir, Dirham,. Noormaya, Fatma, Khodijah,. Sultoni, Lutfi,. Nurunnafissa, Maulida., dan S.T., M.T., Nugroho, Wahyu, Meriana. 2015. ANALISIS DAMPAK DAN BAHAYA PEMBANGUNAN JEMBATAN SELAT SUNDA. Jurnal tidak diterbitkan. Jombang : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Hasyim Asy’ari.