This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Blogroll

Pages

Senin, 24 Oktober 2011

Kanoute: Aku dan Fabregas Sama-sama Salah

TRIBUNNEWS.COM, SEVILLA - Setelah beberapa lama bungkam, striker Sevilla, Frederic Kanoute, akhirnya mengungkapkan percekcokannya dengan gelandang Barcelona, Cesc Fabregas, Sabtu (22/10/2011).
Dalam akun Twitter-nya, Kanoute meminta maaf kepada semua pihak atas tindakannya dan mencoba untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dalam laga itu.
"Aku minta maaf atas apa yang terjadi kemarin. Ada sebuah provokasi dan penghinaan. Anda tahu itu. Sikap saya sama buruknya dengannya, namun kami tetap berlanjut dengan sepak bola. Kami terus dengan sepak bola," tulis Kanoute.
Setelah menulis kalimat tersebut, Kanoute kembali menulis, "@Cesc4official (Fabregas) dan aku telah berbicara lewat telepon. Semuanya dijelaskan dan kami berdua bersikap dewasa dan menyadari kami sama-sama salah."
Pertikaian antara Kanoute dan Fabregas ini berawal dari percekcokan mereka dalam pertandingan kedua tim yang berakhir 0-0, Sabtu lalu.
Saat itu, di masa injury time babak kedua, wasit memberikan tendangan penalti kepada Barcelona. Kanoute sempat protes kepada wasit soal hal itu. Di saat Kanoute sudah tak lagi melancarkan protes dan berdiri hampir mendekati tengah lapangan, tiba-tiba pemain berusia 34 tahun tersebut menoleh ke arah Fabregas dan langsung memburunya. Seolah ada yang dikatakan Fabregas yang menyinggungnya.
Media Spanyol berspekulasi, Fabregas menyebut Kanoute sebagai teroris. Kanoute yang emosi kemudian merangkul Fabregas dengan kasar, sehingga membuat pemain asal Spanyol tersebut kesakitan. Akibat ulahnya ini, Kanoute pun dihadiahi kartu merah.
Fabregas sendiri sudah membantah dirinya melakukan tindakan rasis kepada Kanoute. Mantan pemain Arsenal tersebut mengatakan, dirinya tak pernah bertindak sekeji itu sepanjang karirnya.

Tewasnya Simoncelli

Pebalap tujuh kali juara dunia Valentino Rossi menyatakan hormat dan salut kepada temannya Marco Simoncelli, yang tewas dalam kecelakaan pada perlombaan Malaysia GP, Minggu, dengan melukiskan sahabatanya dari Italia itu sebagai "adiknya." Simoncelli (24) kehilangan nyawanya setelah bertabrakan yang melibatkan Colin Edwards dan Rossi hanya beberapa menit setelah mereka melakukan gerak awal (start) pada perlombaan di Sirkuit Sepang.
Rossi (32) dan Simoncelli dikenal sebagai dua pebalap bersahabat dekat dan merupakan ikon balap Italia dan dalam Twitter itu menyatakan amat sedih atas kematian temannya itu, yang disebutnya dengan menggunakan nama populer Simoncelli, Sic.
"Bagi saya Sic merupakan saudara muda atau adik dan ia amat bersahabat semasa hidupnya," kata Rossi, "Saya masih merasa tidak percaya dengan kematiannya, saya amat sedih."
Rossi dilaporkan berlinang air mata seusai balapan, ketika diberitahu tentang kabar menyedihkan itu.
Klub raksasa sepak bola Italia Inter dan AC Milan merupakan dua klub olahraga yang pertama kali menyatakan simpati mereka. "AC Milan mengucapkan duka teramat dalam kepada keluarga Marco, para pendukungnya atas insiden kematian pebalap itu," demikian pernyataan Milan dalam laman mereka.
Inter menambahkan, "Presiden Massimo Moratti dan setiap orang di Inter Milan, bersama (pelatih) Claudio Ranieri dan tim, mengutarakan rasa pedih mendalam bagi olahraga Italia serta olahraga dunia atas kematian Marco Simoncelli."
"Mengingat perginya pebalap muda yang penuh semangat itu, Inter menyatakan duka dalam kepada keluarga dan sahabat Marco Simoncelli." Pendukung Inter mengembangkan spanduk saat tim mereka melawan Chievo, dengan tulisan: Ada Bintang Baru (di langit)".
Ada juga berita duka dari prinsipal tim Formula Satu Ferrari, Stefano Domenicali. "Saat ini amat sulit mengutarakan kata-kata karena kesedihan ini, sedih atas kematian pebalap yang sedang bersinar Marco," katanya.